,

2 Kapal Iran Diam diam Ambil Bahan Bakar Roket dari Pelabuhan China

oleh -139 Dilihat
oleh
2 Kapal Iran

2 Kapal Iran Diduga Angkut Bahan Bakar Roket dari Pelabuhan China

Diskusi Cimahi – 2 Kapal Iran Dalam perkembangan terbaru perang dan ketegangan di Timur Tengah, dua kapal kargo Iran diduga mengambil bahan bakar roket dari pelabuhan di China sebelum berangkat menuju pelabuhan di Iran.
Analisis data pelacakan kapal dan citra satelit yang dipublikasikan beberapa media mengungkap bahwa dua kapal milik Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL) — yang berada di bawah sanksi Barat — baru saja meninggalkan Pelabuhan Gaolan di Zhuhai, China, membawa muatan kimia yang diduga adalah sodium perchlorate, bahan penting untuk pembuatan bahan bakar roket dan misil.

Pelabuhan Gaolan dikenal sebagai titik keluar bagi bahan kimia industri besar, termasuk precursor roket yang diperlukan Iran untuk program misilnya. Keberangkatan kedua kapal ini muncul ditengah konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya, dan menjadi sorotan karena China pada saat yang sama menyerukan agar kekerasan dikurangi meski tetap memperbolehkan pengiriman ini.

Para ahli mengatakan keputusan China untuk membiarkan kapal berangkat tanpa penahanan administratif menunjukkan pilihan kebijakan yang signifikan pada latar konflik saat ini.Ledakan di Pelabuhan Utama Iran Tewaskan 15 Orang, Diduga Ledakan dari Bahan  Bakar Roket

Baca Juga: Pemkab Bogor Larang ASN Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran


 Laporan Rahasia: Kapal Iran Angkut Bahan Bakar Roket ke Bandar Abbas

Menurut laporan intelijen dan rekaman kapal terbaru, dua kapal Iran yang disanctions baru saja berlayar dari pelabuhan kimia China membawa muatan yang diperkirakan bahan bakar roket solid. Kedua kapal — Shabdis dan Barzin — dimiliki oleh Perusahaan Pelayaran Republik Islam Iran (Islamic Republic of Iran Shipping Lines/IRISL).

Meskipun Beijing menyatakan komitmennya terhadap perdamaian dan mendesak penahanan konflik di Timur Tengah, kapal‑kapal ini tetap berangkat dari Gaolan Port, Zhuhai setelah memuat bahan kimia yang dipakai untuk memproduksi propelan roket.

Ahli yang mengamati pergerakan ini mencatat bahwa sodium perchlorate bukan termasuk zat yang terlarang sepenuhnya menurut aturan global, tetapi tetap merupakan bahan penting dalam bahan bakar misil — dan dianggap sebagai komoditas dual‑use yang sangat sensitif.

Jika laporan ini benar, pengiriman ini menandakan rantai suplai militer strategis yang tetap berjalan meskipun tekanan geopolitik tinggi, serta memperkuat pertanyaan tentang peran China dalam dinamika konflik saat ini.


 Di Balik Layar: Kapal Iran Ambil “Prekursor Roket” di China

Sebuah investigasi internasional mengungkap dua kapal Iran yang meninggalkan pelabuhan penting di China pada awal bulan ini dengan muatan yang diperkirakan digunakan dalam program misil Iran. Data gabungan dari pelacak kapal dan citra satelit menunjukan bahwa kapal Shabdis dan Barzin memuat bahan kimia yang diyakini berupa sodium perchlorate — komponen utama dalam pembuatan bahan bakar roket berbasis padat.

Kedua kapal ini dioperasikan oleh IRISL, yang sudah lama menjadi fokus sanksi internasional karena terkait dengan program misil negara tersebut. Pelabuhan Gaolan di China adalah titik pemberangkatan mereka menuju pelabuhan strategis seperti Bandar Abbas dan Chabahar di Iran, yang menjadi hub logistik pertahanan Tehran.

Pembolehan China terhadap keberangkatan kapal‑kapal ini dipandang oleh para pengamat sebagai sinyal bahwa bisnis komoditas sensitif tetap berjalan meskipun ada tekanan luar negeri, dan hal itu dapat berdampak besar terhadap keseimbangan kekuatan militer di kawasan tersebut.


 Dunia Maritim & Militer: Iran Tetap Dapatkan Bahan Roket dari China

Terbaru, dua kapal kargo Iran yang lama menjadi subjek sanksi internasional telah terlihat meninggalkan pelabuhan kimia di China membawa muatan yang sangat sensitif. Informasi ini diketahui dari data pelacakan kapal dan citra satelit yang dianalisis oleh media internasional.

Kapal‑kapal tersebut kemungkinan membawa sodium perchlorate, sebuah bahan yang menjadi prekursor bagi ammonium perchlorate yang digunakan secara luas dalam bahan bakar solid roket — bagian penting dari peralatan misil balistik modern.

Para analis maritim melihat bahwa kegiatan pengiriman ini menandakan sebuah rantai suplai strategis yang tetap beroperasi meskipun ada sanksi dan ketegangan perang yang sedang berlangsung. Pergerakan bilateral seperti ini juga menimbulkan sorotan baru terhadap hubungan Beijing–Tehran, yang sering menegaskan netralitas politik meskipun aktivitas perdagangannya menyentuh komponen militer sensitif.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.