, ,

Calon Praja IPDN Angkatan XXXVI Kembali Pertanyakan Proses Diksar

oleh -597 Dilihat

Tragedi di Kampus IPDN: Calon Praja Asal Maluku Utara Meninggal Dunia Diduga Akibat Henti Jantung

Cimahi- Dunia kepamongprajaan Indonesia berduka. Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri IPDN Maulana Izzat Nurhadi (20) menghembuskan napas terakhirnya di tengah proses Pendidikan Dasar Diksar. Pemuda asal Maluku Utara yang tergabung dalam Angkatan XXXVI itu meninggal dunia diduga akibat henti jantung yang menyerang secara tiba-tiba.

Calon Praja IPDN Angkatan XXXVI Kembali Pertanyakan Proses Diksar
Calon Praja IPDN Angkatan XXXVI Kembali Pertanyakan Proses Diksar

Baca Juga : Aspirasi Warga Cimahi Dijembatani Teknologi Dan Layanan Dari Halaman Terdekat

Kabar duka ini telah dikonfirmasi langsung oleh Wakil Rektor Administrasi IPDN, Arief M Edie. Dalam wawancara eksklusif, Arief menyampaikan kronologi lengkap peristiwa yang terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB tersebut.

Kami turut berduka cita yang mendalam

Iya benar calon praja kita, Maulana Izzat Nurhadi, telah meninggal dunia dalam sebuah insiden yang terjadi saat apel malam, ujar Arief dengan nada berat. Menurut penuturan Arief, tragedi ini berawal ketika Maulana tiba-tiba kolaps dan terjatuh saat mengikuti apel malam sebelum tidur – sebuah rutinitas standar dalam pendidikan dasar IPDN. Tim medis kampus langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi dengan cepat ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

“Kami bertindak cepat. Begitu terjadi insiden, tim medis kami langsung memberikan pertolongan dan segera membawanya ke RS Unpad. Namun sayangnya, setelah melalui pemeriksaan mendalam di unit gawat darurat, dokter menyatakan Maulana mengalami henti jantung dan tidak dapat diselamatkan,” papar Arief dengan detail.

Proses pemulangan jenazah telah dilaksanakan dengan khidmat. Pada Kamis pagi, jenazah Maulana telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Maluku Utara untuk dimakamkan sesuai tradisi keluarga.

Kami telah mengkoordinasikan proses pemulangan dengan keluarga

Jenazah telah tiba dengan selamat di rumah duka dan telah diterima oleh orang tua almarhum, tutur Arief menambahkan. Insiden menyedihkan ini kembali menyoroti kerasnya pendidikan dasar di IPDN yang dikenal dengan disiplin ketat dan pembentukan karakter fisik maupun mental. Maulana Izzat Nurhadi, yang datang dari bumi Kie Raha (Maluku Utara), harus mengakhiri perjalanannya di tengah impian untuk mengabdi sebagai pamong praja.

Keluarga besar IPDN dan seluruh civitas akademika mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya calon praja yang diharapkan dapat membawa kontribusi bagi pembangunan daerah tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Proses Pemulangan dan Duka Mendalam Keluarga

Keluarga almarhum kemudian menerima kabar duka tersebut dengan perasaan haru dan duka yang mendalam. Mereka menyambut kepulangan jenazah Maulana di Tanah Air dengan air mata. Prosesi pemakaman pun segera mereka persiapkan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Selanjutnya, seluruh komunitas IPDN turut merasakan kesedihan yang mendalam. “Kami semua kehilangan seorang calon praja yang penuh semangat,” ujar salah seorang senior Maulana. Rektorat IPDN sendiri telah menyampaikan jaminan bahwa mereka akan memenuhi semua kebutuhan logistik dan biaya pemakaman.

Respons dan Langkah Selanjutnya dari Kampus

Merespons insiden tragis ini, pihak kampus tidak tinggal diam. Mereka segera membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki kronologi kejadian secara lebih mendetail. Tim ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin berkontribusi pada tragedi tersebut.

Selain itu, manajemen IPDN juga berencana mengevaluasi ulang protokol kesehatan dan prosedur darurat selama masa pendidikan dasar. Mereka berkomitmen untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Sebagai langkah konkret, pihak kampus akan meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit mitra untuk memastikan respons medis yang lebih cepat.

Duka dan Dukungan dari Seluruh Penjuru

Sementara itu, ungkapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak. Gubernur Maluku Utara secara khusus menyampaikan dukacitanya yang mendalam. Beliau menyebut Maulana sebagai pemuda harapan daerah yang potensial.

Tidak hanya itu, rekan-rekan seangkatannya juga mengadakan doa bersama. Mereka mengheningkan cipta untuk mengenang semangat dan cita-cita Maulana. Media sosial pun dipenuhi oleh kiriman duka dan dukungan menggunakan tagar. Ungkapan solidaritas ini menunjukkan betah dalamnya duka yang dirasakan oleh banyak orang.

Kesimpulannya, meskipun jiwa muda Maulana Izzat Nurhadi telah terlebih dahulu pergi, semangat dan cita-citanya untuk membangun Indonesia akan terus dikenang. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam setiap proses pendidikan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.