, ,

Langsung Pimpin Pelantikan, Wali Kota Farhan Ambil Sumpah 173 Aparaturnya

oleh -491 Dilihat

Gelombang Segar Kepemimpinan: 173 Pejabat Baru Kota Bandung Dilantik, Dua Pilar Ini Jadi Ujung Tombak Perubahan

Diskusi Cimahi- Sebuah babak baru dalam tata kelola pemerintahan Kota Bandung resmi dimulai. Sebanyak 173 pejabat struktural dan fungsional, mulai dari tingkat direktur rumah sakit, kepala dinas, hingga sekretaris dinas, mengucapkan sumpah jabatan dalam sebuah pelantikan khidmat yang pimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Plaza Balai Kota.

Langsung Pimpin Pelantikan, Wali Kota Farhan Ambil Sumpah 173 Aparaturnya
Langsung Pimpin Pelantikan, Wali Kota Farhan Ambil Sumpah 173 Aparaturnya

Baca Juga : Tata Kelola Digital Cimahi Diakui Nasional, Masuk Jajaran Pemerintah Daerah Elite

Momen yang penuh haru dan tekad ini bukan sekadar seremonial belaka. Usai pengambilan sumpah, Wali Kota Farhan langsung memberikan amanah konkret: para pejabat baru ini ditantang untuk segera turun ke lapangan dan menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga Bandung.

Dua Pilar Penentu: DPKP dan RSUD Kiwari Dipercaya Hadapi Tantangan Terberat

Dalam arahan visinya, Farhan secara khusus menyoroti dua instansi yang dinilai akan memikul tantangan paling strategis dan kompleks, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari.

“Tantangan terberat, tanpa ragu, ada di pundak DPKP,” tegas Farhan. Ia menjelaskan, beban ganda harus dipikul oleh dinas ini. Pertama, adalah misi lanjutan untuk menata dan memberdayakan kawasan kumuh yang masih tersebar di beberapa titik kota. Kedua, dan tak kalah penting, adalah implementasi kebijakan strategis nasional, yaitu Program Pemerataan Tiga Juta Rumah untuk Rakyat dari pemerintah pusat.

Farhan mengungkapkan kompleksitas penanganan kawasan kumuh di Bandung, yang sebagian besar justru berada di bantaran sungai. “Hampir tidak ada kelurahan di Bandung yang tidak memiliki permukiman di sepadan sungai, dan kondisinya hampir pasti terklasifikasi sebagai kumuh,” paparnya. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pendekatan utama yang harus diambil bukanlah penggusuran, melainkan pembinaan dan pendekatan sosial yang humanis kepada masyarakat setempat.

Sementara itu, di sektor kesehatan, RSUD Bandung Kiwari dituntut untuk melakukan lompatan besar dalam hal mutu layanan. “RSUD Kiwari tidak boleh berpuas diri. Kita harus memperluas dan mendiversifikasi jenis layanan kesehatan yang ada,” tutur Farhan. Ia mencontohkan perlunya penambahan fasilitas dan alat kesehatan berteknologi mutakhir, seperti alat pemeriksaan jantung yang komprehensif, untuk mengurangi ketergantungan warga pada rumah sakit di luar kota.

Rotasi Sehat Birokrasi: Fondasinya adalah Kompetensi dan Integritas

Farhan juga menegaskan bahwa pelantikan massal ini adalah bagian dari strategi penyegaran organisasi yang rutin dilakukan. Tujuannya, agar birokrasi Kota Bandung tetap lincah, adaptif, dan responsif terhadap dinamika serta perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Perubahan, penyesuaian, dan perputaran roda kepemimpinan dalam birokrasi adalah sebuah keniscayaan. Ini adalah ritme yang sehat agar organisasi sebesar pemerintah kota tidak kaku dan selalu bisa mengikuti denyut nadi masyarakat,” ujarnya. Farhan memastikan tidak ada ruang untuk subjektivitas, nepotisme, atau kepentingan kelompok dalam penempatan para pejabat.

“Setiap penempatan kami dasarkan pada rekam jejak kinerja yang terukur, kompetensi yang mumpuni di bidangnya, dan yang terpenting, integritas moral yang tak diragukan. Tidak ada satu pun proses yang bersifat subjektif atau berdasarkan pesanan,” tegasnya.

Seruan Kolaborasi: Wujudkan Bandung yang Utama dan Berhati

Di akhir amanatnya, Wali Kota Farhan mengajak seluruh jajaran baru untuk menyatukan hati dan pikiran. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diamanahkan ini adalah ladang pengabdian, bukan sekadar kedudukan.

“Mari kita kuatkan niat dalam hati dan pikiran. Semua yang kita lakukan harus bersumber dari kasih sayang, niat yang tulus, dan keyakinan untuk berbakti kepada Bandung, bangsa, dan negara,” serunya.

Menyambut Tantangan: Komitmen dan Langkah Nyata Para Pejabat Baru

Menyikapi amanat Wali Kota tersebut, para pejabat yang Langsung Pimpin dilantik pun menyatakan kesiapan mereka. Mereka tidak hanya berjanji untuk bekerja keras, tetapi juga memprioritaskan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Sebagai contoh, calon Kepala DPKP yang baru, segera menyusun strategi peninjauan lapangan. “Kami akan langsung bergerak. Pertama-tama, kami akan mendatangi langsung kawasan bantaran sungai untuk berdialog dengan warga. Setelah itu, kami akan merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran, karena kami percaya solusi yang berkelanjutan harus lahir dari memahami kebutuhan mereka,” ujarnya dengan penuh semangat.

Di sisi lain, Direktur RSUD Bandung Kiwari yang baru, juga telah menyiapkan peta percepatan. “Kami berkomitmen untuk merealisasikan penambahan fasilitas kesehatan jantung dalam waktu enam bulan ke depan. Selain itu, kami juga akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan rawat jalan. Sebagai contoh, kami akan merilis sistem antrean digital untuk memangkas waktu tunggu pasien,” jelasnya.

Tidak berhenti di dua instansi tersebut, seluruh jajaran pemkot juga akan bergerak serentak. Oleh karena itu, Wali Kota Farhan menginstruksikan agar setiap dinas membuat terobosan inovatif. “Misalnya, Dinas Perdagangan dapat meluncurkan platform digital untuk UMKM, sementara Dinas Perhubungan dapat mengoptimalkan sistem transportasi berbasis aplikasi. Dengan kata lain, inovasi dan kolaborasi adalah kunci utama kami,” pesan Farhan.

Pada akhirnya, pelantikan Langsung Pimpin ini menjadi sebuah titik tolak. Dengan demikian, semangat dan integritas yang ditunjukkan hari ini harus terus terbawa dalam aksi nyata. Akibatnya, masyarakat Bandung berharap dapat menyaksikan perubahan positif yang konkret dan terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.